Assalamualaikum Dun-ya.
Reading books from shelf to shelf at home library before Zohor made me come to the album department. I do have my own album I kept starting from primary school until secondary school and it stops there. It has been years I've didn't open up that album. Neither to fill new pictures nor looking at it.
Tracking down the memory lane from picture to picture, made me realized something. One thing.
Tapi Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”(Al-Baqarah: 286)
Alhamdulillah, I'm still standing and breathing in the best state now. He taught this childish Nur Fadhilah how to live on her own two feet. But the most important is, Allah had taught me how to cherish and fill my Ramadhan to the fullest. Frankly speaking, bagi Fadh, Ramadhan masa zaman sekolah equal to zaman asrama ialah Ramadhan yang terbaik sepanjang hidup 19tahun atas dunia yang fatamorgana ni. Sahur, tadarus, terawih semua teratur. Memang syurga dunia.
Dan Ramadhan masa Asasi one of my regret year.
Banyak kelalaian. Banyak kelonggaran. Banyak kelompongan. Sibuk dengan dunia. Akhirat entah ke mana.
And I'm Missing these days.
Ramadhan esok semoga lebih baik daripada sebelumnya. Jangan sia-siakannya dengan hanya puasa makan dan minum. Begitu juga puasa hati dan rohani. Tingkatkan ibadah rendahkan salah. Kurangkan lagu banyakkan zikrullah.
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat" (Riwayat Al-Tabrani)
Reading books from shelf to shelf at home library before Zohor made me come to the album department. I do have my own album I kept starting from primary school until secondary school and it stops there. It has been years I've didn't open up that album. Neither to fill new pictures nor looking at it.
Tracking down the memory lane from picture to picture, made me realized something. One thing.
How much I've learned to adapt to the situation I resist before. Its a life time test.
Tapi Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”(Al-Baqarah: 286)
Alhamdulillah, I'm still standing and breathing in the best state now. He taught this childish Nur Fadhilah how to live on her own two feet. But the most important is, Allah had taught me how to cherish and fill my Ramadhan to the fullest. Frankly speaking, bagi Fadh, Ramadhan masa zaman sekolah equal to zaman asrama ialah Ramadhan yang terbaik sepanjang hidup 19tahun atas dunia yang fatamorgana ni. Sahur, tadarus, terawih semua teratur. Memang syurga dunia.
Dan Ramadhan masa Asasi one of my regret year.
Banyak kelalaian. Banyak kelonggaran. Banyak kelompongan. Sibuk dengan dunia. Akhirat entah ke mana.
And I'm Missing these days.
| form 1 SMKA Naim Lilbanat,Kelantan |
| form 5 SMKA Kedah . eh something written behind it? almost forgotten. |
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat" (Riwayat Al-Tabrani)
And I believe, readers out there are actually much better and better than me.
Doakan ya.
Salam Ramadhan 1435H.















